Formula 1
Verstappen Murka dengan Jalan Berlubang di COTA: F1 Harus Bertindak
Max Verstappen menilai kondisi Sirkuit Austin sudah di luar batas dan meminta penyelenggara segera membenahi fondasi lintasan demi keselamatan pembalap.
Max Verstappen sebelumnya sempat melontarkan candaan soal harus memesan tulang belakang baru jelang GP Amerika Serikat. Namun kini, pembalap Red Bull itu menegaskan bahwa kondisi Sirkuit Austin benar-benar bermasalah dan tidak bisa ditoleransi.
Saat konferensi pers di Singapura, Verstappen mengaku terkejut melihat kondisi lintasan setelah mengikuti balapan World Endurance Championship (WEC) di Texas awal September. Ia menganggap permukaan trek yang bergelombang sudah ekstrem dan mengancam kesehatan tulang punggung pembalap.
Menurut Verstappen, masalah ini bukan hal baru. Sejak bertahun-tahun para pembalap sudah menyuarakan keluhan, tetapi kondisi justru makin parah. “Dari yang saya lihat di WEC, lintasannya sangat bergelombang. Saya sebelumnya bercanda soal tulang punggung, tapi sebenarnya ini bukan lelucon. Kami sudah menyebut ini selama bertahun-tahun, dan sekarang sudah di luar kendali,” ujarnya.
Akar masalahnya ada pada tanah di bawah aspal. Sirkuit Austin dibangun di atas tanah liat plastisitas tinggi khas Texas yang memuai dan menyusut saat cuaca berubah. Efek ini membuat lintasan bergelombang, terutama di titik pengereman berat. Sebelum balapan 2026, beberapa bagian sudah diaspal ulang, seperti antara Tikungan 9-11 dan perbaikan di Tikungan 12-19. Dua tahun lalu, seluruh sirkuit juga pernah diaspal ulang menjelang GP Amerika 2024.
Verstappen menolak alasan tanah sebagai pembenaran. “Lintasannya sangat buruk. Tentu bisa pakai alasan tanah, tapi seharusnya kalian sudah tahu dan memperkuat fondasinya sejak awal. Saya suka sirkuit ini, ini salah satu layout terbaik dan kota terbaik untuk dikunjungi. Tapi gelombang yang ada tidak bisa diterima,” tegasnya.
Pembalap Belanda itu menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya tambal sulam. “Mereka menggiling sedikit di sana-sini, tapi itu hanya plester untuk masalah besar. Justru yang di bawah permukaan itulah yang harus dibereskan lebih dulu.”
Solusi menyeluruh, menurut Verstappen, adalah membongkar total lintasan dan memperbaiki lapisan tanah di bawahnya. “Itu artinya trek harus dibuka penuh. Biayanya mahal dan butuh waktu, tapi hanya itu cara menghilangkan masalah ini. Gelombang ini tidak alami dan sudah tidak terkendali.”
Kondisi bisa makin buruk dengan mobil F1 2026. Meski mobil tidak lagi memakai ground-effect ekstrem seperti beberapa tahun terakhir, Verstappen menjelaskan bahwa mobil baru justru punya ride height sangat rendah saat menikung. “Di trek lurus ada mode SM sehingga mobil naik. Tapi di banyak titik pengereman, mobil malah lebih sering mentok aspal. Padahal sebagian besar gelombang ada di area pengereman atau tikungan, bukan di lintasan lurus.”
Dampak ke tulang belakang nyata. Verstappen mengaku pada balapan tahun lalu merasakan beban vertikal lebih dari 9G di tulang punggungnya, padahal tikungan normal hanya sekitar 5-6G. “Itu benar-benar tidak menyenangkan. Semakin tua, kamu makin memikirkan itu.”
Setelah lebih dari 11 musim di F1, kondisi tulang belakang Verstappen sudah tidak prima. “Kadang orang tidak paham. Dari pemeriksaan yang saya lakukan, bagian bawah tulang belakang saya tidak terlihat bagus. Saya tahu ini bagian dari balap dan olahraga, tapi kerusakan tambahan dari mobil beberapa tahun terakhir plus lintasan seperti ini akan membuat penderitaan makin besar.”
Verstappen menutup dengan sindiran. “Orang bisa bilang ada olahraga lain yang lebih merusak tubuh. Tentu saja, makanya saya tidak melakukan itu. Jadi ya, ini tidak bagus.”





