MotoGP
Bagnaia Bongkar Fakta di Balik Pembatalan Balap MotoGP Australia: Pembalap Tak Pernah Diajak Bicara
Francesco Bagnaia mengungkap para pembalap tidak dilibatkan dalam keputusan membatalkan balapan MotoGP Australia di Phillip Island. Meski kecewa, ia menegaskan keselamatan harus diutamakan.
Francesco Bagnaia mengungkapkan bahwa para pembalap MotoGP sama sekali tidak diajak berdiskusi sebelum penyelenggara memutuskan membatalkan Grand Prix Australia di Phillip Island, Minggu. Meski begitu, pembalap Ducati itu menegaskan semua pihak wajib menghormati keputusan tersebut karena menyangkut keselamatan.
Sirkuit ikonik itu gagal memberikan perpisahan balapan yang layak bagi MotoGP akibat cuaca buruk. Hujan deras dan angin kencang yang memengaruhi jarak pandang membuat balapan penuh akhir pekan itu dibatalkan setelah beberapa kali penundaan. Jarak pandang tidak pernah membaik cukup untuk melanjutkan balapan, sehingga aksi di lintasan akhirnya resmi dihentikan.
Dalam wawancara dengan TNT Sports setelah pembatalan dikonfirmasi, Bagnaia ditanya apakah para pembalap diberi kesempatan memberikan pendapat. Jawabannya singkat: "Tidak." Namun, juara dunia tiga kali itu menambahkan bahwa dalam situasi seperti ini, keputusan penyelenggara harus dihormati karena keselamatan yang dipertaruhkan. Bagnaia mengaku sebenarnya ingin tetap balapan. "Ya, tentu saja. Kondisinya memang agak rumit dan sangat dingin, tetapi kami pernah balapan dalam kondisi yang lebih buruk dari ini," katanya. Ia menyayangkan harus tetap di garasi pada hari Minggu di sirkuit seperti Phillip Island, yang merupakan kunjungan terakhir MotoGP ke sana. Ia berharap di masa depan bisa kembali dan menikmati balapan di sana, seperti yang terlihat pada hari Sabtu dengan pertarungan-pertarungan hebat.
Setelah balapan dibatalkan, para pembalap turun ke lintasan di belakang Safety Car untuk beberapa lap perpisahan sebagai penghormatan kepada sirkuit dan para penggemar yang telah memenuhi tribun untuk hari terakhir bersejarah MotoGP di Phillip Island.
Cuaca buruk sudah terasa sejak Minggu pagi, memaksa penundaan dan pembatalan sesi-sesi terjadwal. Dijelaskan sejak awal bahwa balapan tidak dibatalkan karena kondisi lintasan, melainkan karena jarak pandang yang buruk membuat helikopter medis tidak bisa terbang dengan aman. Direktur balapan MotoGP Graham Webber menjelaskan bahwa dibutuhkan jendela waktu satu jam untuk penerbangan dari Phillip Island ke Melbourne, tempat rumah sakit rujukan berada, jika seorang pembalap harus dievakuasi setelah kecelakaan serius. Helikopter menjadi sangat penting karena perjalanan darat tidak bisa dilakukan dalam batas waktu yang ditentukan; ambulans membutuhkan lebih dari 45 menit untuk menempuh jarak antara kedua lokasi.





