Formula 1
Norris Akui McLaren Cuma Tercepat Keempat di F1
Lando Norris dengan jujur mengakui McLaren sekarang hanya tim tercepat keempat di Formula 1 setelah finis kelima di GP Amerika Serikat. Persaingan konstruktor pun semakin sengit.
Lando Norris memberikan pengakuan mengejutkan usai GP Amerika Serikat. Pembalap McLaren itu menyebut sudah jelas bahwa timnya kini berada di posisi keempat tercepat di Formula 1, bukan lagi penantang gelar juara.
Norris finis kelima di Circuit of the Americas, di belakang Kimi Antonelli, Charles Leclerc, Max Verstappen, dan Lewis Hamilton. Sementara rekan setimnya, Oscar Piastri, harus puas di posisi ketujuh. Hasil ini mengecewakan bagi tim yang musim lalu masih bertarung memperebutkan gelar.
Meski begitu, Norris menegaskan bahwa upgrade yang dibawa McLaren sebenarnya berfungsi. Namun, semua tim juga membawa upgrade, sehingga keunggulan yang didapat tidak cukup signifikan. Ia menyoroti kelemahan utama McLaren di tikungan lambat dan kurangnya downforce belakang yang sudah menjadi masalah sejak lama.
Karena tidak memiliki kecepatan untuk bersaing di depan, McLaren mencoba strategi satu pit stop dengan harapan ada safety car atau virtual safety car. Norris merasa balapannya berjalan baik dan ia sudah memaksimalkan potensi mobil, meski finis kelima terasa kurang memuaskan.
Di akhir balapan, Norris harus bertahan dengan ban keras yang sudah aus. Verstappen yang sudah dua kali pit stop akhirnya berhasil menyalipnya. Norris mengakui bahwa saat Verstappen menggunakan mode overtake dan dirinya harus memakai mode boost untuk bertahan, Verstappen dengan mudah melewatinya, apalagi setelah ada lalu lintas.
McLaren juga melakukan pertukaran posisi pembalap selama balapan. Norris menjelaskan bahwa dirinya jauh lebih cepat sepanjang akhir pekan dibanding Piastri, sehingga pertukaran itu adalah keputusan yang jelas.
Hasil ini berdampak besar pada klasemen konstruktor. McLaren yang datang ke Austin dengan unggul tujuh poin atas Red Bull, kini harus puas berbagi poin sama dengan lima balapan tersisa.





