Formula 1
Russell Bingung Soal Pace Buruk di F1 GP AS Meski W17 Sudah Di-upgrade
George Russell finis kedelapan di Austin, jauh dari rekan setimnya Kimi Antonelli yang menang dari pole. Pembalap Mercedes itu mengaku tidak punya jawaban atas kurangnya kecepatan.
George Russell mengakui dirinya kebingungan dengan kurangnya kecepatan pada Grand Prix Amerika Serikat, meskipun Mercedes W17 telah menerima pembaruan. Pembalap asal Inggris itu hanya mampu finis di posisi kedelapan, sementara rekan setimnya Kimi Antonelli tampil dominan dari pole position hingga memenangi balapan.
Russell start dari grid keenam dan mendapat penalti lima detik karena dianggap mengambil keuntungan dengan melebar di lap pembuka saat bertahan dari Oscar Piastri di Tikungan 12. Namun, penalti itu tidak banyak mengubah hasil akhirnya; tanpa penalti pun ia paling banter naik ke posisi ketujuh, hanya selisih dua poin.
"Saya memang kurang cepat, jujur saja. Saya perlu memahami kenapa ini bisa terjadi. Aneh rasanya bisa tertinggal sejauh ini, semoga ada jawaban di suatu tempat. Tapi, ya, saya belum punya jawabannya," kata Russell kepada Sky Sports.
Russell menyebut W17 yang baru di-upgrade memiliki jendela setelan yang sempit, terlihat dari performanya yang naik-turun sejak komponen baru dipasang di Malaysia. Di sana Antonelli finis kedua di belakang Max Verstappen, sedangkan Russell gagal finis akibat kerusakan power unit saat berada di posisi ketiga. Di Singapura, Russell hanya finis kesembilan, sehingga kini ia sudah tiga balapan tanpa podium.
Berbicara kepada media tertulis di Austin, Russell menambahkan bahwa pace-nya buruk pada stint pertama. Ia sempat mencatat enam lap dengan kecepatan setara Antonelli setelah keluar dari pit dengan ban keras, tetapi kemudian terjebak di belakang Piastri dan tidak bisa menyalip. "Enam lap bagus, 50 lap buruk. Saya ingin tahu kenapa pace saya sangat buruk di stint pertama. Penaltinya juga agak konyol, tapi itu cuma sebagian kecil dari kekhawatiran saya setelah akhir pekan yang buruk."
Hasil ini membuat Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia, kemungkinan besar bisa memastikannya di Meksiko akhir pekan depan. Antonelli unggul 123 poin atas Russell dengan sisa 125 poin yang tersedia. Russell kini hanya unggul satu poin dari Lewis Hamilton di posisi ketiga dan enam poin dari Verstappen di posisi keempat. Di klasemen konstruktor, Mercedes nyaman di puncak dengan keunggulan 133 poin atas Ferrari.
"Bagi saya, selama kami memenangi gelar konstruktor, itu yang utama. Untuk tim, tentu saya ingin finis sebagai yang terbaik di antara yang lain, tapi P2, P3, P5 bukan juara, jadi tidak berarti apa-apa," pungkas Russell.





